Wow….Amir Sebut Ada Pejabat Merangin tak Mau Bayar Pajak, Siapa Ya Pejabatnya..?

oleh
Amir Ahmad

ZAHKRAWI

JURNALJAMBI.CO – Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Darah (BPPRD) Merangin membeberkan data mengejutkan persoalan realisasi pembayaran pajak tahun 2017 di Merangin.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/2) Amir mengatakan ada beberapa pejabat tinggi di Merangin yang tidak mau membayar pajak PBB dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBHTB).

“Kalau masyarakat yang mau bayar Pajak PBB dan BPHTB ini apabila ada keperluan saja, seperti mau minjam uang di Bank, itu cepat mau bayar pajak. Bahkan ada yang parah lagi, pejabat petinggi di Merangin saja ada yang tidak mau bayar pajak,” ungkap Amir Achmad saat dikonfirmasi jurnaljambi.co diruang kerjanya kemarin (20/2).

Siapa pejabat tersebut? Amir masih belum mau terbuka, dia hanya menyebutkan ada sekelas kepala dinas, kabid dan kasi.

“Tidak usah disebutlah, yang jelas banyak pejabat di Merangin tak mau bayar pajak, dan pejabat yang saya sebutkan itu bisa saja itu Kepala Dinas, Kabid, atau Kasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Merangin ini,” terangnya.

Meski demikian, secara keseluruhan pencapaian realisasi pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) di tahun 2017 lalu telah mencapai 99 persen, dari target sebanyak  Rp 1,750 Milyar dan terealisasi sebanyak Rp.1,7 Milyar.

Untuk diketahui oleh masyarakat, Amir juga menjelaskan cara menghitung pembayaran Pajak PBB dan BPHTB. Kata dia tergantung dengan jauh lokasi tanah yang dibeli. Jika tanah tersebut dipinggir jalan lintas, maka nilai tanah diatas Rp. 1 Juta rupiah per hektare.

“Untuk cara menghitung pembayaran pajak ini, tergantung lokasi tanah yang dibeli, kalau tanah dipinggir jalan, itu dibayar Rp. 1 Juta keatas. Sedangkan lokasi tanah jauh dari jalan lintas, itu ada yang Rp. 5 ribu hingga 100 ribu per hektare,”.

“Saya juga menghimbau kepada masyarakat dan pejabat yang belum membayar pajak, agar segera mungkin untuk membayar di Kantor kita (BPPRD, red) demi tertibnya administrasi dan realisasi pajak di tahun 2018 ini tercapai 100 persen,” pungkasnya.(*)