Lokasi Eks PETI Jadi Sawah, Zulhipni Koordinasi dengan DLH Provinsi

oleh

ZAKHROWI

JURNALJAMBI.CO  – Tercatat, 1.700 hektar lokasi eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Pangkalan Jambu, Sungai Manau dan Tabir Barat telah direklamasi kembali menjadi lokasi persawahan sejak November 2017 yang lalu.

Namun, apakah air persawahan warga tersebut sudah aman untuk digunakan menanam padi dan tidak terindikasi merkuri?

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diam-diam melakukan koordinasi dengan DLH Provinsi untuk memastikan air sawah tak tercemar merkuri.

“Iya, kemarin kita sudah koordinasi dengan ibuk Evi Kepala DLH Provinsi Jambi, untuk meminta tenaga ahli laboratorium datang ke Merangin untuk mengambil sampel dan mengecek kondisi air persawahan warga ini. Karna yang kita takut nantinya, disaat memakan hasil panen tiba -tiba diserang penyakit,” ungkap Kepala DLH Merangin Zulhipni, saat dikonfirmasi diruang kerjanya Selasa siang (20/2).

Ditanya apakah alat laboraturium DLH Merangin tidak bisa digunakan untuk mendeteksi kualitas air dilokasi eks PETI?

“Kalau laboratorium kita ada, tapi tenaga ahlinya yang belum ada, karna harus mengikuti standar akreditasi. Jadi kita takut salah untuk menentapkan apakah persawahan warga dilokasi PETI itu terindikasi zat merkuri atau tidak,” jelasnya.

“Soal hasilnya nanti, saya akan tanya kembali ke pihak DLH Provinsi, dan untuk laboratorium kita ini, tahun 2019 mendatang sudah bisa memenuhi standar akreditasi, karna tahun ini tenaga ahli kita akan di khursuskan,” pungkasnya. (*)