Waduh, Usulan Penambahan Pos Damkar Sarolangun Gagal

oleh

ZAKHROWI

JURNALJAMBI.CO – Usulan penambahan pos Damkar baru di Kecamatan kembali gagal. Tahun 2018, hanya usulan penambahan satu unit mobil damkar berkapasitas 3.000 liter yang disetujui.

“Yang kemarin kita minta tiga, tapi cuma dapat satu. Alhamdulillah,” kata Kepala Dinas Damkar Sarolangun, Tamrin kepada wartawan baru-baru ini.

Tambahan satu mobil damkar itu akan ditempatkan di Pos Damkar Singkut. Sebab satu mobil Damkar di Singkut sebelumnya dipindahkan di Pos Mandiangin.

“Mungkin mobil baru nanti saya fokuskan di Singkut, karena di Singkut rawan juga kebakaran, karena perkotaan sudah mulai tumbuh. Jadi butuh mobil yang bagus,” terangnya.

Tamrin berharap pada 2019 mendatang usulan penambahan pos pemadam kebakaran di setiap Kecamatan dapat disetujui. Sesuai surat edaran Mendagri bahwa standar minimal di setiap Kecamatan memiliki satu pos Damkar berikut dengan mobil dan personilnya.

Saat ini di Kabupaten Sarolangun baru memiliki tiga pos Damkar yang ada di Kecamatan  Singkut, Mandiangin dan Kecamatan Sarolangun. Namun pos di Sarolangun ditingkatkan statusnya menjadi pos komando. Sementara, hal ini dikarenakan Dinas Damkar Sarolangun belum memiliki gedung sendiri dan masih bergabung dengan pos Damkar Kecamatan Sarolangun.

“2019 nanti kita berjuang. Kalau APBD memungkinkan, di setiap Kecamatan harus ada pos Damkar,” katanya.

Lanjut dia, berkaca dari kasus kebakaran di Batang Asai tahun 2017 lalu, yang terlambat ditangani karena ketidakadaan pos Damkar, sehingga harus mengerahkan personil di Kecamatan lain yang lokasinya jauh.

“Kita pakai mobil pribadi saja kalau jalan tidak rusak makan waktu tiga jam, apalagi kalau mobil pemadam mau ke Batang Asai, sudah habis duluan,” katanya.

Ke depan katanya, penanganan kebakaran di Kecamatan Limun dan Batang Asai sebaiknya menggunakan floatting pum, sebab di dua Kecamatan tersebut daerah padat pemukiman berada di sepanjang pinggiran sungai.

Hal itu akan mempermudah petugas Damkar melakukan pemadaman dibandingkan menggunakan mobil Damkar yang akan memakan waktu lama menuju lokasi kebakaran. “Kalau pakai mobil susah, jalan di sana kecil. Sedangkan mobil damkar butuh jalan lebar minimal empat meter,” pungkasnya. (*)