Jabat Kapolsek Sungai Manau, Ini Langkah Iptu Didih Berantas PETI di Simpang Parit

oleh

ANTO

JURNALJAMBI.CO – Pasca penempatan sebagai Kapolsek Sungai Manau berdasarkan surat telegram Kapolda Jambi dengan Nomor : ST/19/ I/ 2018 TGL : 04–01–2018, Iptu Didih Engkas memiliki pekerjaan rumah cukup berat yang telah menanti.

Iptu Didih -begitu sapaan akrabnya- dihadapkan dengan persoalan aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) lobang jarum dan eksavator yang selama ini telah menelan belasan korban di Sungai Manau, Merangin – Jambi.

“Ya, saya baru beberapa hari menjabat Kapolsek Sungai Manau ini, yang jelas nanti terlebih dahulu kita akan mengecek dan mendata lokasi PETI untuk dilaporkan kepada bapak Kapolres Merangin yang akan mendatangi Kantor kita pada 26 Januari mendatang,” ungkap Kapolsek Sungai Manau Iptu Didih, saat dikonfirmasi jurnaljambi Senin (22/1).

Sementara itu, mantan Kapolsek Bangko ini, untuk mengantisipasi korban jiwa dalam aktivitas PETI, pihaknya juga akan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat setempat untuk tidak lagi beraktivitas PETI lobang jarum yang sangat membahayakan.

“Selain mendata lokasi PETI, kita juga akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat setempat, agar tidak bekerja aktivitas PETI dengan mengorbankan nyawa ini. Karna PETI  lobang jarum ini sangat berbahaya sekali kalau bekas galian ini ditinggal, apabila ada warga berburu Babi dan masuk kedalam lobang yang dalamnya lebih daro 30 Meter, itu juga bisa mati,” terangnya.

“Kalau untuk menghentikan aktivitas PETI ini, dalam waktu dekat saya akan mengundang pemilik alat berat dan berbicara baik -baik. Karna lebih baik menghentikan aktivitas PETI dari pada menangkap pelaku PETI satu persatu,” pungkasnya.(*)