Kasus Penggelapan Lahan Curug Raya, Sandiaga Uno: Haqul Yakin Tidak Bersalah

oleh

JURNALJAMBI.CO – Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno yakin dirinya tidak terlibat dalam kasus penggelapan dan penjualan tanah seluas 1 hektare di jalan Curug Raya, Desa Kadu, Tangerang, pada 2012.

“Saya haqul yakin tidak terlibat dalam tindakan melawan hukum,” kata Sandiaga Uno seusai diperiksa polisi di Polda Metro Jaya, Kamis, 18 Januari 2018.

Menurut Sandiaga Uno, kasus dugaan penggelapan yang dituduhkan kepadanya merupakan masalah perdata, bukan pidana. Hal tersebut, kata Sandiaga Uno, telah dibuktikan sebelumnya. Namun, sebagai warga yang taat hukum, Sandiaga Uno mengaku akan terus kooperatif untuk memberikan keterangan jika dibutuhkan.

Penggelapan yang diduga dilakukan Andreas, yang melibatkan Sandiaga Uno, dilaporkan Fransiska Kumalawati Susilo ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kasus yang membelit Sandiaga Uno itu bermula saat dia bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi, menjual lahan seluas 1 hektare di Jalan Curug Raya seharga Rp 12 miliar pada 2012.

Dalam satu hamparan lahan tersebut terdapat tiga bidang dan tiga sertifikat kepemilikan tanah. Satu bidang diantaranya adalah milik Djoni Hidayat seluas 3.000 meter yang juga dijual.  Andreas dan Sandiaga diduga memalsukan sertifikat milik Djoni, dan membalik namanya menjadi nama perusahaan mereka, yakni PT Japirex.

“Djoni direksi (PT Japirex) sama saya. Dan gak ada masalah. Cuma sampai Pilkada saja (baru) ada masalah,” ucap Sandiaga Uno. “Saya (juga) pemegang saham PT Japirex dan Komisaris utamanya.”

Sandiaga Uno enggan mengomentari bahwa masalah ini dimunculkan karena soal politik. “Saya khusnuzon saja. Punya prasangka baik bahwa insy Allah ini semua ditangani profesional oleh polisi,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga juga enggan mengomentari terkait aliran uang hasil penjualan tanah yang diduga digelapkan oleh Andreas, yang juga menyeret namanya. “Untuk masalah hukum silakan tanya kepada pihak kepolisian. Saya tidak mau berspekulasi,” ucap Sandiaga.

Menurut Sandiaga, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor rotan tersebut memang meredup. Untuk menjaga kelangsungan usaha dan memastikan pembayaran utang, akhirnya pemegang saham memutuskan melikuidasi PT Japirex. “Dan itu sudah selesai,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno membantah adanya tudingan dia memalsukan tanda tangan Djoni dalam menjual lahan 1 hektar tersebut. Menurut dia, tidak ada pemalsuan tanda tangan Djoni untuk menjual tanah itu. “Tidak ada (pemalsuan tanda tangan Djoni),” ujar Sandiaga Uno. (tempo.co)