Jaga Stabilitas Harga, Pemprov Distribusikan 60 Ton Beras Murah

oleh

M Haitami

JURNALJAMBI.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mendistribusikan puluhan ton beras Bulog.

Pelepasan beras tersebut merupakan upaya Pemprov dalam menjaga stabilitas harga dipasaran serta untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat.

“Kita tadi baru saja melakukan pelepasan beras Bulog dalam rangka operasi pasar, untuk menjaga kestabilan harga beras di pasaran,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi M Dianto saat melakukan ‘pelepasan beras beras bulog dalam rangka operasi pasar’ bertempat di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Pasirputih, Jambi, Selasa (9/1).

Dikatakan Sekda, operasi pasar ini dilakukan, karena berdasarkan hasil pantuan Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi di beberapa tempat.

Harga beras medium di pasaran ini sudah melebihi harga Rp.10.000,- per kilogram dan akhir-akhir ini sudah sedikit langka di pasaran.

Melalui operasi pasar ini diharapkan bisa membantu masyarakat Jambi dalam hal kebutuhan beras.

Lebih lanjut, Sekda mengatakan beras Bulog itu dilepas kepada 3 mitra distributor Bulog dengan kemasan karung 50 kilogram, yang nantinya pihak mitra distributor akan mengemas kembali (repacking) beras ini menjadi kemasan 20 kilogram sesuai dengan kebutuhan masyarakat di pasaran

“Beras yang kita lepas tadi berjumlah 60 ton yang dijual dengan harga Rp.9.450,- per kilogram. Harga ini dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang harganya Rp 9.950,- per kilogram. Jadi ada selisih 500 rupiah dari HET tadi,” tutur Sekda.

Pasca operasi pasar ini, Sekda mengharapkan, di pasaran nantinya harga beras sudah menjadi harga yang maksimal dan tidak terjadi kenaikan harga lagi meski beras Bulog ini disalurkan melalui beberapa mitra distributor dan agen yang berada di pasar.

“Kedepannya, operasi pasar ini akan terus dilaksanakan guna menjaga kestabilan harga di pasaran. Selain menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan beras di masyarakat, operasi pasar ini juga dilaksanakan guna menekan angka inflasi di Provinsi Jambi,” pungkas Sekda.

Sementara itu, Direktur Produk Ekspor Hasil Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan RI, Prahastuti, menyampaikan, Menteri Perdagangan menginstruksikan seluruh staf untuk mengawal dan memonitor operasi pasar yang dilaksanakan oleh Bulog di beberapa Provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi.

“Setelah melakukan pelepasan beras ini, kami akan meninjau di beberapa pasar yang ada di Kota Jambi ini, untuk mengetahui bagaimana model dari operasi pasar ini dan mutu (kualitas) serta harga dari beras yang telah dilepas ini. Kita mengharapkan dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” jelas Prahastuti.

Tuti mengharapkan, dalam melaksanakan operasi pasar, harga yang ditetapkan bisa di bawah HET, karena operasi pasar ini dilaksanakan untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kestabilan harga di pasaran.(*)