5 Fakta El Clasico yang Jarang Diketahui

oleh
Net

JURNALJAMBI.CO — El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona merupakan salah satu pertandingan sepak bola paling panas di dunia. Tapi, ada sejumlah fakta dari El Clasico yang jarang diketahui.

El Clasico pertama di La Liga musim ini akan berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu saat Real Madrid menjamu Barcelona, Sabtu (23/12). Barcelona sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah unggul 11 poin atas Madrid di puncak klasemen.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini lima fakta tentang El Clasico yang jarang diketahui penggemar sepak bola:

1. Rivalitas 115 Tahun

Rivalitas antara Real Madrid dengan Barcelona sudah berlangsung sejak 1902. Ketika itu, pada 13 Mei, untuk kali pertama El Clasico terjadi pada ajang Piala Coronation. Barcelona menang 3-1 melalui dua gol Udo Steinberg dan satu gol Joan Gamper.

2. Kering Skor Kacamata

Sebagai salah satu pertandingan sepak bola terpanas di dunia, El Clasico terbilang hampir tidak pernah mengecewakan penonton, setidaknya dalam 15 tahun terakhir. Pasalnya, kali terakhir Real Madrid vs Barcelona bermain imbang tanpa gol terjadi pada pertandingan La Liga di Camp Nou, 23 November 2002.

3. Sergio Ramos Raja Kartu Merah
Sergio Ramos menjadi pengoleksi kartu merah terbanyak di El Clasico.Sergio Ramos (kanan) menjadi pengoleksi kartu merah terbanyak di El Clasico. (Reuters/Sergio Perez)
Kapten Real Madrid Sergio Ramos hingga kini tercatat sebagai pemain yang paling banyak mendapat kartu merah di pertandingan El Clasico. Bek timnas Spanyol itu sudah mengoleksi lima kartu merah.

4. Pencetak Gol Pertama

Pencetak gol pertama Real Madrid di El Clasico bukanlah pemain asal Spanyol, melainkan Arthur Johnson yang merupakan penyerang asal Inggris. Hal itu terjadi pada Piala Coronation pada 1902. Johnson awalnya berkarier sebagai kiper dan sempat menjadi pelatih Madrid pada 1910 hingga 1920.

5. Rebutan Alfred Di Stefano

Real Madrid dan Barcelona sempat berebut penyerang Alfredo Di Stefano pada 1953. Kedua rival di El Clasico itu sama-sama mengklaim mendapatkan Di Stefano dari klub Kolombia, Millonarios. FIFA kemudian turun tangan dan mengambil keputusan agar Di Stefano bermain satu musim di Barcelona dan satu musim di Madrid.

Lihat juga: Ronaldo Iri dengan Gaji Messi Jelang El Clasico
Barcelona kemudian membatalkan kontrak Di Stefano setelah Presiden Azulgrana ketika itu, Enric Marti Carreto, mengundurkan diri. Di Stefano pun kemudian menjadi legenda Madrid dan mencetak 18 gol di El Clasico. (cnnindonesia)