Kerjasama Dengan Pemerintah, 2018 Seluruh Pelanggan PLN Rayon Bangko Gunakan KWH Meter Prabayar

oleh
Manager PLN Bangko bersama Bupati Merangin.

Anto – Merangin

JURNALJAMBI. CO – Untuk mempermudah pelanggan dalam mengontrol pemakaian daya listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Bangko, melakukan kerjasama dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin, dibawah kepemimpinan Bupati Merangin Al Haris.

Dalam hasil kerjasama tersebut, mendapat respon positif untuk para pelanggan PLN Rayon Bangko. Kenapa tidak, pada tahun 2018 mendatang seluruh pelanggan pengguna KWH Meter Pascabayar di Merangin, akan diganti dengan KWH Meter Prabayar.

Ditukarnya dengan KWH Meter Prabayar oleh pihak PLN ini bukan tanpa maksud dan tujuan yang negatif, melainkan agar pelanggan dapat mengatur pemakaian energi listrik,terhindar dari tunggakan serta menghindarnya adanya permainan oknum pekerja loket yang kerap menipu pelanggan dalam pembayaran rekening listrik.

Selain itu, masyarakat juga merasa terbantu akibat murahnya pemakaian daya listrik setiap hari, karna tidak memiliki beban seperti pengguna kwh meter pascabayar pada saat rumah kosong dalam waktu yang lama.

Hal ini disampaikan Manajer PLN Rayon Bangko Al Ghifari, saat dikonfirmasi jurnaljambi.co diruang kerjanya Rabu siang (6/12).

“Ya, Alhamdulillah bapak Bupati Merangin sangat merenpon dan setuju soal kerjasama di tahun 2018 mendatang semua pelanggan PLN menggunakan kwh meter prabayar, dan surat pemberitahuan kepada masyarakat sudah disebarkan oleh pihak Pemkab Merangin,” ungkapnya.

Dikatakan Al Ghifari, keuntungan beralihnya pelanggan ke prabayar ini sangat banyak keuntungannya, seperti mengantisipasi banyaknya komplin dari pelanggan atas bengkaknya pembayaran listrik.

Selain itu juga dapat merubah pola pikir pelanggan dalam menggunakan listrik dengan hemat.

“Sebenarnya menggunkan kwh meter prabayar itu banyak keuntungannya, karna terkadang petugas kita salah catat meteran, jadi pelanggan banyak komplin akibat tagihannya meledak. Selanjutnya kalau pengguna kwh meter non prabayar akan dikenakan beban per 40 jam nyala, kalau kwh meter prabayar tidak ada biaya beban dan tidak akan membayar biaya keterlambatan pada saat membayar tunggakan, ” terangnya.

Selain itu, dialihkannya kwh meter prabayar kepada pelanggan, juga mengantisipasi meningkatnya angka tunggakan PLN setiap tahunnya, seperti tahun 2017 ini tunggakan mencapai 2,6 Milyar.

“Bupati sangat mensuport kerjasama ini, karna semakin tingginya angka tunggakan setiap tahun, juga menjadi terkendala kepada PAD Merangin itu sendiri. Jika PAD bagus, kan bisa untuk pembangunan tiang PLN baru atau sarana lainnya,” tutup Al Ghifari.(*)