Selamat Jalan Kak Bondan Winarno…Sosok yang Pernah Jadi Ketua Regu di Jambore Pramuka Dunia

oleh
Bondan Winarno (paling kiri) saat menjadi Ketua Regu Rajawali pada Jambore Pramuka Dunia XII Idaho, Amerika Serikat, tahun 1967. Dok: Priyo Mustiko

JURNALJAMBI.CO,JAKARTA – Bondan Winarno meninggal di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta pada usia 67 tahun karena penyakit jantung. Jenazah penulis dan wartawan tersebut disemayamkan di rumah duka di Sentul, Kabupaten Bogor pada Rabu 29 November 2017.

Seperti yang dilansir Tempo.co, sejak remaja, Bondan Winarno aktif menulis. Setelah itu tulisannya terbit di berbagai media, seperti Tempo, Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Mutiara, Asian Wall Street Journal, dan lain-lain.

Dia memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia. Dia juga menjadi presenter dalam acara kuliner di Trans TV, yaitu Wisata Kuliner. Ia terkenal dengan ungkapannya yaitu “Pokoe maknyus!”, ungkapan ini sering diparodikan dalam suatu kondisi yang nyaman, enak dan lainnya.

Luasnya pergaulan dan talenta Bondan Winarno diperoleh dari aktivitasnya sebagai pandu atau pramuka di Semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 1967, dia menjadi ketua regu Rajawali Indonesia dalam Jambore Pramuka Dunia XII di Idaho, Amerika Serikat.

“Karena kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan kepramukaan yang lebih baik dari kami, Bondan terpilih menjadi ketua regu Rajawali,” kata Priyo Mustiko, anggota regu Rajawali Indonesia, kepada Tempo, Rabu 29 November 2017.

Materi yang diuji antara lain tali temali, semapore, morse, peta pita, menjelajah, seni budaya, pengetahuan umum dan bahasa Inggris. Untuk semua materi itu, Bondan Winarno berada di urutan pertama.

Priyo Mustiko menjelaskan regu Rajawali beranggotakan delapan pramuka penggalang yang lolos seleksi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Bondan Winarno mewakil Kwartir Daerah Pramuka Jawa Tengah, sementara Priyo mewakili Kwarda DI Yogyakarta. Lainnya berasal dari Kwarda DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX melepas keberangkatan regu Rajawali ke Amerika Serikat. Sultan HB IX berpesan agar adik-adik pramuka menjaga nama baik bangsa Indonesia.

“Kami mencium bendera merah putih. Saat itu saya, Bondan dan anggota regu Rajawali terharu dan merasa bangga,” ujar Priyo yang terakhir berdinas sebagai pejabat di Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta.

Pembina pramuka yang mendampingi regu Rajawali adalah Idik Sulaeman dan Supangat, yang kemudian menjadi Rektor ITB.

Selama sepuluh hari di perkemahan di Idaho, Amerika Serikat Bondan Winarno menunjukkan kepemimpinannya.

Priyo Mustiko menjelaskan Bondan mengatur anggotanya untuk mengikuti semua kegiatan di Jambore Dunia Idaho. Ada kegiatan penjelajahan, peraiaran (kano), keterampilan pramuka, lingkungan dan lainnya.

“Kami berhasil mengikuti semua kegiatan dengan baik,” kata Priyo.

Kontingen Indonesia mendapat penghargaan dari ketua panitia Jambore Dunia tersebut.

Seusai mengikuti Jambore Dunia di Idaho pada tahun 1967, Bondan menuliskannya dalam sebuah buku berjudul “Kembalilah Elang Rajawali.”

Setelah itu Bondan Winarno menjadi pembina pramuka di Gugusdepan 001 & 002, Menteng, Kwarcab Jakarta Pusat. Gugusdepan ini didirikan Mayjen (Purn) dr Azis Saleh, mantan menteri dan Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka.(*)