Naser: Tidak Ada Karcis, Berarti Itu Parkir Ilegal, Tanya Nama Petugasnya dan Laporkan ke Saya

oleh

DEFA – SAROLANGUN

JURNALJAMBI.CO – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi, Endang Abdul Naser mewarning tegas keberadaan parkir liar.

Kata Naser, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya pungutan parkir diatas nominal karcis. Tak jarang pula warga tidak menerima karcis tapi tetap membayar retribusi parkir.

“Pemungutan retribusi parkir sudah ada kerja sama dan MoU dengan pihak ketiga selaku pengelola parkir. Tarifnya itu Rp 1.000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp 2.000, untuk kendaraan roda empat,” ujar Naser.

Artinya lanjut Naser, jika ada yang minta Rp 5 ribu itu illegal. Masyarakat juga diminta untuk cerdas dengan cara meminta karcis kepada petugas parkir.

“Kalau ada yang melebihi ketentuan (tarif, red), silahkan tanya identitas petugas parkirnya dan laporkan ke saya. Saya tidak mau ada parkir liar. Tahun 2018 mendatang kita akan lakukan pembenahan,” tegasnya.

Menurut Naser, pihaknya mengeluarkan karcis parkir tiap minggu, lalu diberikan kepada pihak ketiga. Dari situlah pihaknya bisa menerima retribusi parkir dengan adanya karcis resmi, sesuai dengan perda retribusi parkir tahun 2015.

Ditahun 2017, Dinas Perhubungan Kabupaten Sarolangun menargetkan retribusi parkir baik kendaraan roda dua maupun roda empat, sebesar Rp 80 juta. Dari besaran target tersebut, realisasi retribusi parkir baru mencapai 60 juta lebih hingga akhir bulan Oktober lalu. Tentu, menjelang akhir tahun ini Dishub sarolangun harus berupaya keras untuk mencapai target tersebut.

“Dari target kita, retribusi parkir baru mencapai 60 juta lebih, dan itu didapatkan dari setoran pihak ketiga tiap minggu,” pungkasnya. (*)