Cek Endra Undang “Kuli Tinta” Coffee Morning, Dia Minta Berita Objektif

oleh
Bupati Sarolangun, Cek Endra saat coffee morning bersama awak media, Rabu pagi.

DEFA-SAROLANGUN

JURNALJAMBI.CO,- Para jurnalis di Sarolangun melakukan audiensi dan coffee morning bersama pemerintah dan bupati Sarolangun Cek Endra, Rabu (22/11). Puluhan “kuli tinta” itu sengaja diundang untuk mempererat tali silaturrahmi antar pemerintah dan para penulis.

Cek Endra sempat menyinggung kerja dari para awak media di Sarolangun selama ini cukup membantunya. Dia mengapresiasi tugas para jurnalis yang selama ini selalu membuat berita berimbang.

Hanya saja, tetap saja ada dia mengingatkan kembali agar awak media selalu konsisten dalam memegang etika jurnalistik.

“Kami berharap kepada Media yang ada di Sarolangun ini semestinya benar-benar membuat berita tentang perkembangan Kabupaten Sarolangun. Jangan dilihat dari hal-hal jelek saja, coba dilihat juga tentang program yang sudah dikerjakan dan lihat sebatas mana perkembangannya. Mari sama sama kita bangun sarolangun terutama perekonomian serta pembangunan nya agar kabupaten sarolangun lebih baik”ujarnya dihadapan puluhan awak media yang hadir, Rabu pagi.

Dia pun mengingatkan juga terkait penerbitan berita yang harus balance dan berimbang. Artinya, jangan hanya melihat dari sisi buruk nya saja yang diberitakan (Bad news is good news, red), namun jika ada yang berprestasi jurnalis juga dituntut untuk memberitakan, (Good news is good news).

“Harapan saya berita objektip. Jangan ada lobang di jalan yang itu di photo, jangan seperti itu, tetapi harus berimbang, Ini baru sama sama membangun. Sehingga komunikasi kita lebih baik lagi dan saling mendukung,”katanya.

Diapun menganjurkan agar wartawan jeli dalam memperhatikan perkembangan di desa desa yang ada di Sarolangun. Sebab, kata dia, di era pemerintahan Presiden Jokowidodo, desa mendapat kucuran dana yang cukup besar dari pemerintah.

“Dana yang masuk ke desa itu besar. Kepala desa yang pembangunan nya bagus di tonjolkan, nanti saya akan fokus ke ekonomi agar ada perubahan, jangan sampai perekonomian desa tidak ada perubahan”tandasnya.(*)