Gelamai, Kripik Pisang dan Kopi 3M Merangin Dipuji di Luar Negeri

oleh

Penulis Sepriboy Saputra, Peserta PPMLN Asal Merangin

JURNALJAMBI.CO, FILIPINA- Merangin boleh berbangga karena memiliki makanan tradisional yang cukup digemari. Bahkan, beberapa makanan tradisional seperti Gelamai (dodol), Keripik Pisang dan Kopi 3M dipuji di luar negeri, Filipina.

Hal ini terungkap saat 3 orang pemuda Indonesia yang ikut Program Pemuda Magang Luar Negeri (PPMLN) Kemenpora RI Bekerja sama dengan AIESEC Indonesia. Menariknya dari tiga peserta itu, satu diantaranya berasal dari Merangin, Jambi, dia adalah Sepriboy Saputra.

Dari keterangan Sepriboy, ketua pelaksana kegiatan di Filipina bernama Pamela kepincut makanan asal merangin setelah menerima dan mencoba lansung rasa makanan tersebut.

“Orang Indonesia itu baik-baik wisatanya banyak dan banyak makanan tradisional terutama makanan Khas Daerah Merangin Jambi seperti Dodol, keripik Pisang dan Kopi 3M, disuatu saat nanti saya ingin berkunjung kesana” ujar Pamela saat penyerahan Makanan Tradisional Merangin-Jambi di Gedung Project Habi Los Banos Filipina Kamis (16/11/2017)

Banyak hal yang menjadi pekerjaan para duta indonesia itu di Filipina. Mereka harus saling berbagi ilmu dengan masyarakat Filipina untuk kemudian diterapkan kembali di Indonesia.

Di tempat mereka magang, Yayasan Project Habi, ketua yayasannya malah terang terangan memuji keterampilan para duta pemuda Indonesia ini. Kapten Ronald sebagai Pemilik yayasan Project Habi mengatakan bahwa yayasan mengaku di yayasannya banyak mempekerjakan para perempuan Los Banos (nama daerah setempat,red) yang tidak bekerja untuk mengabdi disini agar mereka mampu untuk meningkatkan ekonominya.

Yayasan ini bergerak di bidang kerajinan tangan seperti aksesoris tas, bunga dan lain sebagainya semua itu terbuat dari bahan plastik yang mudah di peroleh. Kapten Ronald sangat berterimakasih kepada AIESEC Indonesia yang telah ikut membantu dalam mengembangkan yayasan ini.

“Saya merasa sangat terbantu dengan datangnya AIESEC Indonesia, saya ingin belajar dengan Orang Indonesia bagaimana cara pemasaran produk yang baik sehingga bisa di kenalkan di level Asia bahkan bisa di pasarkan ke tingkat Dunia,”ujar Kapten Ronald. (*)