Soal Nasib Honorer K2 Merangin, Ini Tanggapan Nasution

oleh
Kepala BKPSDM Merangin, Nasution

Anto – MERANGIN

JURNALJAMBI.CO – Polemik pengangkatan honorer Kategori Dua (K2) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) masih terus menjadi hot topik dikalangan honorer K2 se Indonesia, termasuk di Kabupaten Merangin. Revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 disebut sebut menjadi kendala mutlak pengangkatan mereka.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Merangin, Nasution akhirnya angkat bicara terkait sepesifikasi kendala dalam revisi UU tersebut. Kata dia, satu diantara kendala pengangkatan yang dibahas tersebut adalah persoalan umur para honorer K2 diatas 35 tahun. Sementara dalam UU, umur pengangkatan honorer K2 tidak boleh melebihi umur 35 tahun.

“Jadi soal tidak bisa diangkatnya para honorer K2 di seluruh indonesia ini, permasalahan ada pada UU ASN. Karena dalam UU itu disebutkan, batas umur pengangkatan CPNS maksimal berusia 35 tahun, sementara kebanyakan para honorer K2 diseluruh Indonesia ini yang berusia 35 tahun keatas. Persoalan umur ini juga menimpa sebagian K2 di Merangin,”ujar Nasution saat dibincangi di ruangannya, Rabu (15/11) sore kemarin.

Revisi UU tersebut, kata Nasution sangat didukungnya. Dia malah sepakat seluruh honorer K2 diangkat jadi ANS. Hanya saja, dia meminta para honorer K2 untuk bersabar dan tidak melakukan aksi demonstrasi.

“Ya, kita pemerintah ini sangat mendukung kalau honorer K2 ini diangkat sebagai Aperatur Sipil Negara. Tapi kalau gelar aksi demo, itu kita tidak setuju sekali, karna takutnya nanti menimbulkan dampak negatif dan hal yang buruk yang tidak kita inginkan,” terusnya.

Diapun mengaku sampai saat ini pihaknya juga masih menunggu informasi dari BKN pusat kantor perwakilan Palembang dan KemenPan.
“Kejelasan nasib para honorer K2, sampai saat ini pihak kita belum mendapat informasi atau berupa surat masuk dari Kemenpan atau dari BKN palembang tentang pengangkatan CPNS Merangin ini,” terangnya.(*)